Empat Kekalahan dalam Satu Minggu

Akhirnya, setelah sekian lama nggak go-blog, aku bisa memuaskan hasrat menulisku. Akhir-akhir ini aku sibuk banget! Gimana nggak, banyak lomba yang aku ikuti, semuanya berurutan membentuk suatu rangkaian kesibukan. Rasanya seperti sudah nggak bisa nafas, setiap ingin melepaskan penat, selalu saja ada hal yang belum dikerjakan. Pfiuh! Tapi akibatnya, semua yang aku lakukan nggak aku lakukan secara maksimal. Nggak ada totalitas sama sekali. Sepertinya dalam pikiranku waktu itu hanya ada, KONSEP-KERJA-CEPATLAH SELESAI.

Hasil dari semua yang aku lakukan akhir bulan lalu adalah KALAH. Semuanya gagal. Mulai dari lomba karya ilmiah yang diadain Unesa. Karya ilmiah yang aku buat sama partnerku bisa dibilang bagus dan berbobot. Materi karya ilmiah yang sama pernah aku tampilkan di Olimpiade Biologi tingkat Jawa-Bali dan mendapat nilai akumulasi tertinggi. Mutlak katanya. Tapi entah kenapa, di LKTI tingkat Jatim ini aku nggak bisa nembus semifinal, 10 tertinggi. Padahal, partner LKTIku juga bukan sembarang orang lo, dia punya prestasi internasional di bidang lingkungan dan bak selebritis di bidang itu. Tetap saja kata ‘kalah’ menghujamku. Setelah aku lihat daftar nama pemenang dan akumulasi nilainya, memang rasanya lawan mainku berat-berat. Dari judul karya ilmiahnya saja sudah cukup bikin aku merinding. Anehnya lagi, semua pemenang berasal dari sekolah negeri. (You know what I mean? Minority disorder.) Waktu itu aku nggak mikirin lomba itu lagi, karena masih banyak tugas menanti di depan.

Selanjutnya Biotech Camp yang diadain Ubaya. Karena aku nggak persiapan materi dan belajar sebelumnya, aku nggak ngeh sama praktikum yang diberikan, dari awal sampai akhir. Rasanya waktu itu aku jadi peserta paling bodoh sedunia. Walaupun sebenarnya materi yang diberikan adalah materi perkuliahan semester 5 di fakultas biotek, peserta-peserta lain sepertinya sudah benar-benar persiapan dan menguasai materi yang ada. Walaupun bukan kompetisi atau lomba, di kamp ini bisa dibilang aku kalah (lagi). -keluh-

view-nya keren... ~,~

view-nya keren... ~,~

Yang ketiga adalah Christmas Tree Competition, atau lomba menghias pohon Natal yang diadakan UK Petra. Bukan keinginan aku sendiri aku ikut kompetisi ini, lebih tepatnya dipaksa, karena nggak ada yang mau ikut dari sekolahku. Membuatnya pun agak asal-asalan, nggak dapet feel-nya, karena pengerjaan pohon Natal itu ada di sela-sela pengerjaan mading DetEksi. Haduh, kalau ngebayangin situasi kemarin itu, mau mati rasanya. Otak harus dibagi jadi tiga, pelajaran di sekolah, pohon Natal, dan mading. Apalagi, aku jadi sering nggak masuk kelas, nggak ikut pelajaran. Dan itu terus terjadi sampai seminggu lebih. Mungkin, kalau Mamaku tahu apa yang terjadi padaku bisa-bisa aku nggak disekolahkan dan disuruh kerja aja. Hahaha. Bukan sembarang menghias, lomba kali ini bisa dibilang ramah lingkungan. Pasalnya, pohon Natal yang dibuat harus memakai barang-barang bekas.Akhirnya, karena kehabisan ide, jadilah pohon Natal kami terbuat dari kardus bekas. Sangat tidak elegan. Bagus lo sebenarnya, hanya saja unsur ‘kebekasannya’ kurang terlihat. Yah bisa ditebak lomba menghias pohon Natal ini (kembali) kalah.

Tiga hal tadi sebenarnya nggak membuat aku kecewa. (Ya…kecewa sedikit lah..) Aku ikhlas. Tapi yang nggak biasa di tahun ini adalah madingku kalah untuk yang pertama kalinya. Kalau dihitung-hitung, sudah lima kali aku ikut lomba mading, dan semuanya selalu menang mutlak. Tiga kali juara 1, top ten, dan 25 honorable mention. Bukannya mau menyombongkan diri, tapi aku suka sekali mading, sama seperti menulis, jadi hal itu bukan hal yang sulit bagiku. Bedanya, mading punya tantangan lebih besar. Nggak cuma menulis, tapi kreativitas selalu diuji. (Tentang mading lebih lanjut mau aku ceritain lebih banyak di post ku berikutnya.) Susah payah aku membuat mading ini. Karena tema Mading Det-Con kali ini adalah fairy tale, aku mengambil judul ‘Pegasus’. Mading ini kecil, cuma 50×50x50 cm, harus ada elemen dari mading itu yang bisa bergerak. Awalnya mading ini kami kerjakan berempat, cewek semua. Berhubung mading ini ada kaitannya dengan elektronika, kami menyerah sok girl power. Dua teman cowok kami ikut membantu. Lucu rasanya melihat mereka yang notabene anak taewondo pindah haluan jadi anak mading. Hihihi.

Ini masih prototype low...^^

Ini masih prototype low...^^

Kebahagiaan kami meluap-luap ketika Sang Pegasus sudah jadi. Rasanya seperti seorang ibu yang bahagia melihat anaknya sudah lahir. Terharu. Kami bangga. Kami percaya. Kami optimis. Namun semua itu menjadi berbeda ketika kami melihat mading karya sekolah lain. Kami (tidak) bangga. Kami (tidak) percaya. Kami (tidak) optimis. Karya-karya lain jauh lebih spektakuler. Elemen-elemen yang dipakai pun bukan barang-barang biasa yang bisa dipakai dalam pembuatan mading. Ada yang pakai TV portable, mini LCD, sampai alat chocolate fountain. Jelas saja kami kalah modal, Sang Pegasus kami buat semuanya sendiri. Bahkan, beberapa alat yang kami pakai adalah alat-alat bekas. Kali ini aku harus puas untuk kalah. Tapi aku kalah dalam kebanggaan, Pegasus hasil tangan kami sendiri.

Keempat kekalahan tadi aku alami dalam waktu dua minggu. Ini yang terbaik dariku. Walaupun aku harus puas dengan kekalahan, tapi aku nggak merasa sedih. Paling tidak, ini karya-karya terakhirku di masa SMA. Masa paling indah. Entah setelah ini aku sudah nggak bisa lagi utak-atik kreativitasku. Aku harus menyibukkan diri dengan belajar.

Kekalahan menyadarkan kita bahwa ada orang lain yang mempunyai kekuatan melebihi diri kita.

4 Responses so far »

  1. 1

    Mbi said,

    December 8, 2008 @ 12:02 pm

    hwah..
    gpp ndut..
    pencobaan.
    hwahahahaha….

    yg pasti kekalahan menyebabkan impotensi, kanker rahim, gangguan kehamilan dan janin..
    eh salah..
    yg pasti kekalah adalah keberhasilan yg tertunda..
    hwahahahah..

    rilex ndut..
    let HIM lead ur way and everything will be okay..
    hwahahaha…

  2. 2

    Advenoleunred said,

    December 10, 2008 @ 1:32 am

    hey!
    I made on photoshop anime myspace pictures.
    have a look at them:
    http://tinyurl.com/66dwoa
    Thank you 4 your site :) xoxo

  3. 3

    STR said,

    December 21, 2008 @ 11:59 am

    Hai Lala,

    Terima kasih atas ceritanya. Siang ini aku belajar bahwa fokus memang penting. Sukses terus ya. :D

  4. 4

    anya said,

    February 25, 2009 @ 10:22 pm

    duch,,,puyeng nieh,,,gmana nggak semuanya terasa dah muter2 nggak jelas ,,
    mulai dari ujian mid yang nggak konsen,,, kegiatan-kegiatan di BEM yang perlu extra kerja keras,,, n ampe akhirnya aq jadi suka bolos kul,,,n berujung pada UAS yang nggak conect juga,,,mana dah 3 minggu nilai belum turun
    aaaaaaarrrghhhhhh….aq kawatir,, aq nggak mw buat orang2 yang telah menudung aq kecewa
    aq sedih,,,aq cpek,,,aq bingung,,,,semualah

Comment RSS · TrackBack URI

Say your words