REMIDI PERTAMAKU…

Mungkin ini rekor pertama dalam sejarah SMAku. Bukannya ingin sombong, angkuh, congkak, atau meninggikan diri, dari sejak masuk dunia putih-abu-abu, aku nggak pernah remidi sama sekali. Cukup beralasan, aku nggak suka melakukan hal yang sama dua kali. Apalagi kalau harus tetap di kelas sepulang sekolah sementara yang lainnya sudah merasakan udara bebas di rumah masing-masing. Mending ngoyo sehari buat belajar daripada males-malesan dengan dua kali belajar.

Anehnya lagi, sering aku bisa mengerjakan ulangan, tapi kalau disuruh menenrangkan apa jawabannya, atau mengulang lagi caranya, aku nggak pernah bisa. Sering lupa, lha tadi itu soal ulangannya apa, padahal ulangan baru selesai 5 menit yang lalu. Yang lebih bodoh lagi, waktu pelajaran, kalau ada latihan atau PR, aku nggak bisa mengerjakan. Misalnya Fisika atau Matematika, kalau ditanya aku nggak bisa, tapi ulangan dapetnya bagus. Pasti temen-temen pada bilang, “Tadi ngomongnya nggak bisa, tapi yo dapet apik ae lo… Sombong pe…”. Tapi memang itu yang terjadi. Tersadar, semua itu anugerah, nggak semua orang punya anugerah itu, dan ternyata, bakat ‘ketidaktahuan’ku itu menurun dari Ibuku. Dia punya pengalaman yang sama semasa sekolah. Thanks GOD!

Konyolnya lagi, Ulangan Akhir Semester ini aku bener-bener sial. Pasalnya, aku kena remidi di pelajaran yang memang bener-bener aku nggak bisa dan pelajaran ini terasa konyol untuk ‘diulangankan’. Apa lagi kalau bukan PENJASKES. Pelajaran Olahraga. Bodoh rasanya kalau olahraga dipelajari secara teori. Mana yang diulangankan materi olahraga permainan macam voli, basket, sepak bola, bulutangkis. Aku kan nggak suka, ya pernah sih dikit-dikit liat, tapi namanya juga nggak tahu.

Olahraga kan bukan dipelajari secara teori, tapi langsung ‘terjun ke lapangan’. Bayangkan saja, belajar berenang lewat buku tapi nggak pernah nyemplung di air. Sama saja kelelep. Semuanya berdasarkan pengalaman, latihan, dan kerja keras. Sama seperti keKristenan. Semua berdasarkan pengalaman. Pertemuan antara manusia, ciptaan, dengan Tuhan,Sang Pencipta. KeKristenan bukan dari teori, Alkitab, khotbah atau sebagainya, semua punya persepsi berbeda menurut pengalaman yang pernah dirasakannya. ^^

Say your words