Kenapa Angka 13 Dianggap Angka Sial? (n it’s true! haha)

Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.

Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit.

Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.

Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).

Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13. Inilah buktinya:

13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
13 garis di perisai atau tameng burung.
13 daun zaitun di kaki kanan burung.
13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
13 anak panah.
13 bulu di ujung anak panah.
13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
13 lapisan batu yang membentuk piramida.
13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.
Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double[*]13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.

Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.

Kaum Kabbalis sangat mengagungkan angka 13, selain tentu saja angka-angka lainnya seperti angka 11 dan 666. Angka ini dipakai dalam berbagai ritual malaikat mereka. Bahkan simbol Baphomet atau Kepala Kambing Mendez (Mendez Goat) pun dihiasi simbol 13. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual malaikat.

No comment »

Melting the Freezed Heart

Sekali lagi aku ingin menceritakan pengalamanku..

Beberapa bulan yang lalu, ada sesuatu yang menarik perhatianku ketika aku di gereja. Hari itu hari Minggu pastinya, sesuatu itu menulis sebuah tanda tanya besar dalam pikiranku.

Ketika puji-pujian mulai dinyanyikan, aku melihat sesosok tubuh tinggi besar masuk ke dalam ruang gereja. Yang pertama kali aku amati adalah ekspresi wajahnya. Wajahnya cukup tampan dengan ekspresi cool , namun aku melihat tatap mata aneh. Tak ada sukacita, suram, muram… Entah bagaimana menjelaskannya. Setelah aku melihat wajahnya, aku baru melihat fisiknya. Orang itu sangat mencolok, bagaimana tidak, dia tinggi menjulang dan satu-satunya orang yang paling tinggi di tempat itu, yanh mungkin sekitar 2 meter. Badannya kekar, otot-ototnya tegas terbentuk (tapi tak sebesar Ade Rai…), bisa dibilang orang itu adalah cowok dengan badan terseksi yang pernah kulihat. Lengan-lengannya cukup besar, namun badannya ‘langsing’ sehingga menyerupai segitiga sama kaki menghadap ke bawah dengan alas 50 cm dan sisi-sisinya 200 cm. Jalannya tegap dan gagah perkasa, rambutnya nyaris gundul dengan sedikit jambul di bagian depan. Dari semua ciri itu, sudah bisa dipastikan kalau orang itu bergaya militer.

Dia datang sendirian, bisa kutebak dia masih muda dan single , yahhh sekitar 25 tahunan lah. Eits, tapi bukan itu semua yang menarik perhatianku! Sepanjang ibadah, dia lebih banyak diam. Plonga-plongo (tapi tetep cool), mungkin terasa asing di tempat itu. Namun semua berubah ketika pendeta mulai berdoa.

Waktu penyembahan, aku melihat dia menangis, aku lupa apa isi khotbah dan doa Pak Pendeta. Dia terus menerus menangis, seperti badannya, tangisnya pun tidak biasa, dia meraung dan berteriak meminta ampun sepanjang penyembahan itu. Semua mata tertuju padanya. Dia tak peduli, dia jatuh tersungkur di lantai dan terus menangis. Dia terus berkata (setengah berteriak) “Ampuni aku! Ampuni aku!”. Aku yakin, dia sedang berjumpa dengan Tuhannya.

Walau sampai saat ini aku tak mengenal orang itu, aku selalu mengamatinya. Sejak kejadian itu, aku tak pernah melihatnya absen di hari Minggu. Entah apa, siapa, yang menuntunnya menuju gereja. Seperti biasa, dia selalu datang -sendirian- tapi tak seperti yang kulihat dulu. Wajahnya sumringah, senyum selalu menghiasi wajahnya. Mungkin orang-orang akan terheran-heran jika melihat seorang militer yang selalu senyam-senyum gitu. Wajah dan hatinya penuh sukacita, dia menjadi ramah dengan jemaat-jemaat gereja. Nenek-nenek tua, pemuda, sampai anak-anak kecil, dia peduli. Memang sungguh kontras dengan fisiknya.Namun setara dengan kasih Tuhan yang diberikan untuknya.

Memikirkan kejadian itu, aku kembali merenung. My God is awesome! Fantastic! DIA sanggup melelehkan hati setiap orang yang dingin dan beku. Sekeras apapun hati dan pikiran seseorang, kasih Tuhan yang lembut mampu menyentuh banyak orang. DIA tidak melihat siapa kita, tapi dia melihat apa yang ada dalam hati kita. Sebuah pelajaran kembali kudapatkan.

Terharu gembira aku mengiyakan renunganku itu, aku melihat orang itu pulang dengan sepeda motor yang tampak terlalu kecil baginya.

No comment »

Enyah!

Ada yang bilang, mengalah bukan berarti kalah. Namun rasanya hal itu tidak berlaku bagiku.
Terlalu banyak mengalah membuatku selalu ingin menyerah. Bagaimana tidak? Berlama-lama dalam atmosfer itupun membuatku lelah.
Jenuh keruh sudah pikiranku ini.
Dulu, setiap kemarahannya selalu kusambut dengan (menahan) senyum sambil mengelus dada tanpa mengalah. Namun di balik semua itu aku tak kuasa menahan air mata.
Menetes dan mengucur hingga tak kuat lagi rasanya.
Meledak sedihku menyeruak, “APA SALAHKU?!?!”
Setiap ocehannya memberikan goresan-goresan tipis namun bertubi-tubi, perih rasanya. Kuakui perih itu masih kurasakan sampai saat ini.
Tatap matanya hangat kusambut lembut, dalam hati mencoba menebak-nebak, mereka-reka, cemooh dan fitnah apakah yang akan dimuntahkannya setelah itu. Entah iblis macam apa yang telah membuatnya seperti itu.
Aku selalu berusaha bersabar, meredam kemarahan, benci, permusuhan, atau sedikit saja konflik di antaranya.
Tapi entah mengapa, dia tak ada pengertian, usahaku dibalas dengan hujaman pedang caci maki dan rentetan peluru sakit hati.
Berulang kali, bertubi-tubi hal yang sama terjadi. Hingga kuputuskan menyerah untuk mengalah. Mengalah tak menjawab keluh kesah itu.
Lihat! Goresannya masih ada!
Sampai saat ini, hal ini menjadi ketakutan terbesar dalam hidupku. Lebih baik aku menghadapi seribu singa menghadang daripada harus menghadang sakit hati pernah kuhadapi, yang pernah dia beri. Berjumpa pun aku enggan.
Lebih tepatnya sangat takut.
Ketakutan melihat ekspresi itu, ekspresi wajah yang membuatku terpuruk entah harus lari ke mana.
Tatap mata yang memaksaku berurai air mata.
Kata-kata yang dimuntahkannya keluar selalu menghantui pikiranku.
Enyah!
Seseorang tolong aku…

No comment »

teknologi kehidupan

Huh!

lagi bener-bener confuse nih.. Ada yang tau nggak tentang bioteknologi khususnya di Ubaya? It seems so interesting and challenging! Tapi masih dibilang baru di Indonesia.

Dari katanya aja kita udah tau, TEKNOLOGI, emang teknologi di Indo udah maju? Tapi ga masalah sih, kan aku bisa kerja di luar.. hahaha! Kalo BIOLOGI nya aku sih sueneng buanget! Aduh, udah nggak sabar pengen nglepasin diri dari yang namanya KWN, Sejarah, Matematika Kalkulus..(yah walopun ntar pasti juga ada kaya begituan di univ).

Banyak kontroversi di biotek, yang katanya nglawan Tuhan, ngrubah ciptaan Tuhan, dll, tapi menurutku itu sah-sah aja. Tuhan kan bilang kalo kita diutus ke bumi ini untuk mengolah ciptaan yang ada, penuhilah dan berkuasa atas bumi, memenangkan jiwa2.. (weitz, uda menjurus ke rohani nih..)

Tapi jiwaku jiwa sains. Kalo temen2 lainnya pada sibuk cari fakultas yang berbau ekonomi, bisnis, keuangan, atau apalah namanya, aku  sama sekali nggak tertarik. MENURUTKU, dunia perekonomian adalah dunia yang easy rise and fall , gampang naik, gampang jatuh, gampang kaya, gampang mlarat.. (jgn marah ya…) Tapi ilmu pengetahuan bersifat abadi, everlasting. Dari zaman purbakala sampe zaman mamamia kaya sekarang, manusia pasti nggak akan lepas dari kebutuhan makanan. Dari zaman ke zaman, manusia berusaha temukan cara untuk mengolah kekayaaan alam yang ada, yang TUHAN CIPTAKAN. Sementara uang.. MANUSIA YANG MENCIPTAKAN.

Liat aja zaman sekarang, namanya penyakit, wabah, kelainan gen, uda menyebar di mana-mana, dari A-Z. Manusia berusaha melawannya dengan terus meneliti dan meneliti, mencari solusi dan jawaban atas pemulihan. Teknologi juga terus berkembang pesat (jangan diliat di Indo), teknologi mempermudah kehidupan manusia (atau me’malas’kan manusia? technolazy?).

Hahaha! Yang paling penting sih sebenarnya bukan di bidang mana kita tenggelam, tapi bagaimana cara kita menanggapi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan. Ciayou buat teman-teman semua, yang masih bingung nentuin arah tujuan. Kita punya rencana, namun Tuhan yang menentukan segalanya…

God bless…

No comment »

11 Orang Yang Mengubah Dunia Lewat Internet


Beberapa pemasar Internet mungkin sesumbar pada Anda tentang
penghasilan mereka dan tentang kerja keras mereka mencapai status
demikian. Tapi sadarkah Anda bahwa ada lho segelintir orang yang
berpenghasilan lebih tinggi dibandingkan para pemasar Internet ini?
Orang-orang ini dianggap sebagai penemu dari sebagian Internet! Tanpa
11 orang tersebut, internet diyakini tidak akan sepopuler sekarang.
Inilah mereka:

1&2. Larry Page dan Sergey Brin

Menemukan Google pada tahun 1998 ketika mereka baru berusia 24 tahun.
Mulai di dalam garasi yang menjadi “kantor” pertama mereka, dua orang
ini mengilhami ribuan anak muda untuk mencari uang online. Larry dan
Sergey kemudian menciptakan perusahaan senilai satu multi milyar
dollar yang mengguncangkan Internet.

3. Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg, mahasiswa universitas Harvard yang menemukan
Facebook sebagai satu platform jaringan sosial bagi remaja di
perguruan tinggi ketika dia baru berusia 19 tahun. Facebook kini
merupakan situs web jaringan sosial terbesar kedua setelah MySpace.
Facebook terus tumbuh hari demi hari, dengan jutaan pengguna baru
yang terus mendaftar setiap bulan!

4&5. Steve Chen dan Chad Hurley

Para pencipta dari situs web “berbagi video online”, YouTube. Mereka
mendirikan YouTube pada 2005 ketika Chad berusia 28 tahun dan Steve
27 tahun. YouTube kemudian diakuisisi oleh Google dengan nilai $1.65
milyar.

6&7. Jerry Yang dan David Filo

Di tahun 1995 kedua orang ini menemukan Yahoo!, mesin pencari yang
merupakan saingan terdekat Google. Jerry berusia 26 tahun dan David
Filo 28 tahun ketika mereka menciptakan Yahoo!
Kedua orang ini sekarang mungkin lagi hangat-hangatnya dibicarakan
orang-orang, setelah Microsoft meluncurkan tawaran senilai US$44.6
milyar untuk mengambil alih Yahoo!

8. Matt Mullenweg

Matt Mullenweg baru berusia 19 tahun ketika ia menciptakan platform
blogging yang kini dipakai dimana-mana. Ia mendirikan platform
blogging WordPress pada tahun 2005, dan sejak itu blogosphere pun
mulai berevolusi. Orang-orang mulai berpindah dari MovableType dan
platform lainnya ke WordPress, karena platform baru ini memang mudah
dipakai dan selalu diperbaharui dan terus meningkat.

9. Tom Anderson

Menciptakan jaringan sosial #1 di dunia dengan lebih dari 100 juta
pengguna, Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2004 ketika ia
baru berusia 23 tahun. Dia mungkin tidak sekaya Mark Zuckerberg, tapi
ia tercatat sebagai pendiri dari jaringan sosial yang dipakai paling
luas di Internet.

10. Pierre Omidyar

Pada tahun 1995 ketika ia baru berusia 28 tahun, Pierre Omidyar
mendirikan eBay, lelangan online sedunia. Sejak itu, banyak orang-
orang menghargai penemuannya, sehingga mendorong eBay menjadi
platform dunia.

11. Blake Ross

Pada tahun 2003, Blake Ross mendirikan Mozilla ketika dia baru
berusia 19 tahun. Sejak itu, Mozilla tumbuh sangat pesat, menggoda
pengguna Internet untuk memakai penjelajah Firefox Mozilla mereka
sendiri, yang terbukti memang lebih mudah dioperasikan dibandingkan
kebanyakan aplikasi penjelajah web lainnya.

What about us?

No comment »

Foto Jurnalistik

MEMOTRET pertunjukan di panggung merupakan sebuah cabang fotografi yang unik. Pengetahuan fotografi saja tidak cukup untuk bekal melakukannya. Selain butuh pengalaman dari pemotretan-pemotretan sebelumnya, fotografi panggung juga butuh “pengalaman lokal”.

Pengalaman lokal yang dimaksud adalah pemahaman pada adegan-adegan yang akan dipotret. Pada sebuah pertunjukan teater misalnya, seorang fotografer perlu mendapatkan “adegan kunci”, yaitu sebuah foto yang bisa mewakili pertunjukan secara keseluruhan. Di sini, waktu atau timing saat kamera dijepretkan sangatlah menentukan. Dua adegan yang berselisih waktu detik pun bisa sangat berbeda penampilannya.

Survei pendahuluan sebelum memotret bisa dilakukan dengan mempelajari skenario atau bertanya ke beberapa pemainnya. Kalau ada gladi resik, survai bisa dilakukan (sambil memotret tentu saja) pada gladi resiknya. Kalau ada adegan yang terlepas dari pemotretan, bisa diulangi pada pertunjukan aslinya. Selain itu, mempelajari gladi resik membantu seorang fotografer untuk mendapatkan tempat berdiri terbaik dan juga� arah cahaya yang tepat .
Namun, banyak pertunjukan yang hanya boleh dipotret pada gladi resiknya saja. Untuk hal ini, survai yang harus dilakukan mau tidak mau adalah dengan mempelajari alur ceritera pertunjukan itu dan peralatan yang aada di gedungnya. Mempelajari adegan demi adegan juga sangat diperlukan untuk membantu membuat komposisi foto. Pada beberapa kesempatan, pemilihan komposisi foto benar-benar harus diputuskan dalam waktu singkat saat melihat adegan itu berlangsung. Sebagai contoh adalah foto berikut� yang memilih komposisi tidak simetris dengan memasukkan unsur asap sebagai eleman di bagian kanan. Keputusan memilih komposisi akan makin mudah dengan makin seringnya seorang fotografer memotret.

***

PADA pergelaran busana, pemotretan sebuah busana dilakukan saat busana itu menempel di tubuh peragawati. Peragawati bisa berjalan di catwalk yang ditonton rame-rame, atau bisa juga peragawatinya memang berpose khusus untuk para fotografer. Pada kondisi pertama, seorang fotografer harus menjepretkan kameranya saat sang peragawati berada pada kondisi menampilkan busana pada titik terbaik. Kondisi ini tercapai biasanya saat sang perawati memutar di ujung catwalk. Pada titik ini, lampu penerangan biasanya juga berada pada titik terbaik. Peragawati senior umumnya lebih mudah dipotret sebab mereka sudah sangat berpengalaman. Bebereapa peragawati pemula, menundukkan pandangannya saat memutar sehingga foto yang didapat kurang “menggigit”.
Sedangkan pada peragaan busana yang tidak di catwalk, kesulitan utama berebut tempat dengan fotografer lain yang sering jumlahnya belasan. Di sebuah tempat yang terbatas, banyak orang berebut memotret ke suatu titik seperti foto di bawah ini.

Diperlukan kecepatan memfokus, mengkomposisi dan menentukan saat menjepretkan kamera. Selain itu, cahaya yang umumnya minim membutuhkan penguasaan pengukuran pencahayaan dan pemilihan White Balance yang cepat dan akurat. Pada beberapa pertunjukan busana yang besar, lampu yang dipakai umumnya bertipe daylight sehingga white balancenya sama dengan cahaya matahari. Pada pergelaran yang lebih kecil, lampu yang dipakai umumnya tungsten dengan berbagai tingkat kekuningan pada warna cahayanya. Pengolahan white balance sangat penting agar warna yang ada di foto wajar dan benar.

***

LAIN lagi pemotretan pertunjukan hiburan. Pertunjukan musik dari kelompok atau bintang� besar seperti Toto, Sting, Phil Collins, Mick Jagger atau juga Julio Iglesias hanya mengizinkan fotografer dari berbagai media cetak memotret satu atau dua lagu awal. Setelah itu, semua fotografer harus mengeluarkan kameranya keluar gedung. Mau nonoton terus silakan sesuai undangan, tapi dilarang memotret lagi.

Hal ini bisa dimengerti sebab foto sang bintang bernilai uang. Pemotret yang dizinkan memotret terus hanya fotografer resmi panitia. Fotografer media cetak hanya diizinkan memotret untuk konsumsi berita.

Bahkan, untuk pertunjukan Julio Iglesias, fotografer hanya boleh memotret dari sisi kiri Julio. Tidak pernah ada penjelasan mengapa Julio tak mau difoto dari sis kanan. Sebaiknya para fotografer menurut saja.

Sedangkan pada pertunjukan sulap David Copperfield,� hanya adegan David muncul ke panggung sambil bercanda-canda sedikit yang boleh dipotret. Konon, dengan lensa tela akan banyak terungkap trik-trik rahasia pesulap sohor ini.
Namun, pada pertunjukan musik, inti foto memang pada vokalis. Kalau ada satu dua pemusik ikut terekam, itu lebih baik. Pada pertunjukan grup Dewa pada foto di bawah ini, foto vokalis Once sendirian pada beberapa keadaan bisa dianggap sudah mewakili Dewa secara keseluruhan.

***

HAL terakhir dan terpenting yang harus dipikirkan pada pemotretan panggung adalah masalah pencahayaan. Dengan pelaksanaan pertunjukan yang umumnya malam, secara umum cahaya pada sebuah� pertunjukan adalah lampu sorot yang menyinari objek utama dengan latar belakang gelap total. Di sini, keluhan utama fotografer adalah minimnya cahaya. Tidak heran kalau pertunjukan panggung umumnya menuntut ISO tinggi, biasanya ISO 400 ke atas.
Perhatikan foto di bawah ini:

Pengukuran matrix membuat sebagian wajah dan dada sang penari kelebihan cahaya. Hal ini terjadi karena pengukuran matrix ikut mengukur bidang-bidang gelap di latar belakang. Untuk adegan seperti itu , pengukuran center weighted lebih tepat dipakai.
Sedangkan foto di bawah ini� tidak memungkinkan pengukuran spot maupun center weighted. Keadaan pada foto ini� hanya bisa dipotret dengan pengukuran matrix, plus sebuah catatan. Kompensasi pengukuran harus under satu sampai dua stop.

Dengan keadaan ini, pengukuran matrix “tertipu”. Tepi tubuh yang tersinari itu tidak terukur sehingga akan menghasilkan bagian-bagian foto yang over exposure. Foto ini� mengambil kompensasi pencahayaan under 2 stop. Akibatnya, tepi tubuh yang tersinari jadi normal sementara bagian foto lain tampak gelap. Ini tidak masalah kamera kenyataannya pertunjukkan tari Tommi Kitti dari Finlandia� pada acara Art Summit 2004 ini memang memilih pencahayaan remang.

Comments (1) »

Indonesia Nggak Dijajah Belanda selama 350 Tahun!

Enam puluh enam tahun yang lalu, tepatnya 8 Maret 1942, penjajahan Belanda di Indonesia berakhir sudah. Rupanya “waktu yang lebih baik” dalam siaran terakhir NIROM itu tidak pernah ada karena sejak 8 Maret 1942 Indonesia diduduki Pemerintahan Militer Jepang hingga tahun 1945. Indonesia menjadi negara merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Masyarakat awam selalu mengatakan bahwa kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Benarkah demikian? Untuk ke sekian kalinya, harus ditegaskan bahwa “Tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun”. Masyarakat memang tidak bisa disalahkan karena anggapan itu sudah tertulis dalam buku-buku pelajaran sejarah sejak Indonesia merdeka! Tidak bisa disalahkan juga ketika Bung Karno mengatakan, “Indonesia dijajah selama 350 tahun!” Sebab, ucapan ini hanya untuk membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme rakyat Indonesia saat perang kemerdekaan (1946-1949) menghadapi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Bung Karno menyatakan hal ini agaknya juga untuk meng-counter ucapan para penguasa Hindia Belanda. De Jong, misalnya, dengan arogan berkata, “Belanda sudah berkuasa 300 tahun dan masih akan berkuasa 300 tahun lagi!” Lalu Colijn yang dengan pongah berkoar, “Belanda tak akan tergoyahkan karena Belanda ini sekuat (Gunung) Mount Blanc di Alpen.”

Tulisan ini akan menjelaskan bahwa anggapan yang sudah menjadi mitos itu, tidak benar. Mari kita lihat sejak kapan kita (Indonesia) dijajah dan kapan pula penjajahan itu berakhir.

Kedatangan penjajah

Pada 1511, Portugis berhasil menguasai Malaka, sebuah emporium yang menghubungkan perdagangan dari India dan Cina. Dengan menguasai Malaka, Portugis berhasil mengendalikan perdagangan rempah-rempah seperti lada, cengkeh, pala, dan fuli dari Sumatra dan Maluku. Pada 1512, D`Albuquerque mengirim sebuah armada ke tempat asal rempah-rempah di Maluku. Dalam perjalanan itu mereka singgah di Banten, Sundakalapa, dan Cirebon. Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa, armada itu tiba di Kepulauan Banda, terus menuju Maluku Utara, akhirnya tiba juga di Ternate.

Di Ternate, Portugis mendapat izin untuk membangun sebuah benteng. Portugis memantapkan kedudukannya di Maluku dan sempat meluaskan pendudukannya ke Timor. Dengan semboyan “gospel, glory, and gold” mereka juga sempat menyebarkan agama Katolik, terutama di Maluku. Waktu itu, Nusantara hanyalah merupakan salah satu mata rantai saja dalam dunia perdagangan milik Portugis yang menguasai separuh dunia ini (separuh lagi milik Spanyol) sejak dunia ini dibagi dua dalam Perjanjian Tordesillas tahun 1493. Portugis menguasai wilayah yang bukan Kristen dari 100 mil di sebelah barat Semenanjung Verde, terus ke timur melalui Goa di India, hingga kepulauan rempah-rempah Maluku. Sisanya (kecuali Eropa) dikuasai Spanyol.

Sejak dasawarsa terakhir abad ke-16, para pelaut Belanda berhasil menemukan jalan dagang ke Asia yang dirahasiakan Portugis sejak awal abad ke-16. Pada 1595, sebuah perusahaan dagang Belanda yang bernama Compagnie van Verre membiayai sebuah ekspedisi dagang ke Nusantara. Ekpedisi yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman ini membawa empat buah kapal. Setelah menempuh perjalanan selama empat belas bulan, pada 22 Juni 1596, mereka berhasil mendarat di Pelabuhan Banten. Inilah titik awal kedatangan Belanda di Nusantara.

Kunjungan pertama tidak berhasil karena sikap arogan Cornelis de Houtman. Pada 1 Mei 1598, Perseroan Amsterdam mengirim kembali rombongan perdagangannya ke Nusantara di bawah pimpinan Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwijck. Dengan belajar dari kesalahan Cornelis de Houtman, mereka berhasil mengambil simpati penguasa Banten sehingga para pedagang Belanda ini diperbolehkan berdagang di Pelabuhan Banten. Ketiga kapal kembali ke negerinya dengan muatan penuh. Sementara itu, kapal lainnya meneruskan perjalanannya sampai ke Maluku untuk mencari cengkih dan pala.

Dengan semakin ramainya perdagangan di perairan Nusantara, persaingan dan konflik pun meningkat. Baik di antara sesama pedagang Belanda maupun dengan pedagang asing lainnya seperti Portugis dan Inggris. Untuk mengatasi persaingan yang tidak sehat ini, pada 1602 di Amsterdam dibentuklah suatu wadah yang merupakan perserikatan dari berbagai perusahaan dagang yang tersebar di enam kota di Belanda. Wadah itu diberi nama Verenigde Oost-Indische Compagnie (Serikat Perusahaan Hindia Timur) disingkat VOC.

Pemerintah Kerajaan Belanda (dalam hal ini Staaten General), memberi “izin dagang” (octrooi) pada VOC. VOC boleh menjalankan perang dan diplomasi di Asia, bahkan merebut wilayah-wilayah yang dianggap strategis bagi perdagangannya. VOC juga boleh memiliki angkatan perang sendiri dan mata uang sendiri. Dikatakan juga bahwa octrooi itu selalu bisa diperpanjang setiap 21 tahun. Sejak itu hanya armada-armada dagang VOC yang boleh berdagang di Asia (monopoli perdagangan).

Dengan kekuasaan yang besar ini, VOC akhirnya menjadi “negara dalam negara” dan dengan itu pula mulai dari masa Jan Pieterszoon Coen (1619-1623, 1627-1629) sampai masa Cornelis Speelman (1681-1684) menjadi Gubernur Jenderal VOC, kota-kota dagang di Nusantara yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah berhasil dikuasai VOC. Batavia (sekarang Jakarta) menjadi pusat kedudukan VOC sejak 1619, Ambon dikuasai tahun 1630. Beberapa kota pelabuhan di Pulau Jawa baru diserahkan Mataram kepada VOC antara tahun 1677-1705. Sementara di daerah pedalaman, raja-raja dan para bupati masih tetap berkuasa penuh. Peranan mereka hanya sebatas menjadi “tusschen personen” (perantara) penguasa VOC dan rakyat.

“Power tends to Corrupt.” Demikian kata Lord Acton, sejarawan Inggris terkemuka. VOC memiliki kekuasaan yang besar dan lama, VOC pun mengalami apa yang dikatakan Lord Acton. Pada 1799, secara resmi VOC dibubarkan akibat korupsi yang parah mulai dari “cacing cau” hingga Gubernur Jenderalnya. Pemerintah Belanda lalu menyita semua aset VOC untuk membayar utang-utangnya, termasuk wilayah-wilayah yang dikuasainya di Indonesia, seperti kota-kota pelabuhan penting dan pantai utara Pulau Jawa.

Selama satu abad kemudian, Hindia Belanda berusaha melakukan konsolidasi kekuasaannya mulai dari Sabang-Merauke. Namun, tentu saja tidak mudah. Berbagai perang melawan kolonialisme muncul seperti Perang Padri (1821-1837), Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Aceh (1873-1907), Perang di Jambi (1833-1907), Perang di Lampung (1834-1856), Perang di Lombok (1843-1894), Perang Puputan di Bali (1846-1908), Perang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (1852-1908), Perlawanan di Sumatra Utara (1872-1904), Perang di Tanah Batak (1878-1907), dan Perang Aceh (1873-1912).

Peperangan di seluruh Nusantara itu baru berakhir dengan berakhirnya Perang Aceh. Jadi baru setelah tahun 1912, Belanda benar-benar menjajah seluruh wilayah yang kemudian menjadi wilayah Republik Indonesia (kecuali Timor Timur). Jangan lupa pula bahwa antara 1811-1816, Pemerintah Hindia Belanda sempat diselingi oleh pemerintahan interregnum (pengantara) Inggris di bawah Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.

Saat-saat akhir

Pada 7 Desember 1941, Angkatan Udara Jepang di bawah pimpinan Laksamana Nagano melancarkan serangan mendadak ke pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbour, Hawaii. Akibat serangan itu kekuatan angkatan laut AS di Timur Jauh lumpuh. AS pun menyatakan perang terhadap Jepang. Demikian pula Belanda sebagai salah satu sekutu AS menyatakan perang terhadap Jepang.

Pada 18 Desember 1941, pukul 06.30, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer melalui radio menyatakan perang terhadap Jepang. Pernyataan perang tersebut kemudian direspons oleh Jepang dengan menyatakan perang juga terhadap Pemerintah Hindia Belanda pada 1 Januari 1942. Setelah armada Sekutu dapat dihancurkan dalam pertempuran di Laut Jawa maka dengan mudah pasukan Jepang mendarat di beberapa tempat di pantai utara Pulau Jawa.

Pemerintah Kolonial Hindia Belanda memusatkan pertahanannya di sekitar pegunungan Bandung. Pada waktu itu kekuatan militer Hindia Belanda di Jawa berjumlah empat Divisi atau sekitar 40.000 prajurit termasuk pasukan Inggris, AS, dan Australia. Pasukan itu di bawah komando pasukan sekutu yang markas besarnya di Lembang dan Panglimanya ialah Letjen H. Ter Poorten dari Tentara Hindia Belanda (KNIL). Selanjutnya kedudukan Pemerintah Kolonial Belanda dipindahkan dari Batavia (Jakarta) ke Kota Bandung.

Pasukan Jepang yang mendarat di Eretan Wetan adalah Detasemen Syoji. Pada saat itu satu detasemen pimpinannya berkekuatan 5.000 prajurit yang khusus ditugasi untuk merebut Kota Bandung. Satu batalion bergerak ke arah selatan melalui Anjatan, satu batalion ke arah barat melalui Pamanukan, dan sebagian pasukan melalui Sungai Cipunagara. Batalion Wakamatsu dapat merebut lapangan terbang Kalijati tanpa perlawanan berarti dari Angkatan Udara Inggris yang menjaga lapangan terbang itu.

Pada 5 Maret 1942, seluruh detasemen tentara Jepang yang ada di Kalijati disiapkan untuk menggempur pertahanan Belanda di Ciater dan selanjutnya menyerbu Bandung. Akibat serbuan itu tentara Belanda dari Ciater mundur ke Lembang yang dijadikan benteng terakhir pertahanan Belanda.

Pada 6 Maret 1942, Panglima Angkatan Darat Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten memerintahkan Komandan Pertahanan Bandung Mayor Jenderal J. J. Pesman agar tidak mengadakan pertempuran di Bandung dan menyarankan mengadakan perundingan mengenai penyerahan pasukan yang berada di garis Utara-Selatan yang melalui Purwakarta dan Sumedang. Menurut Jenderal Ter Poorten, Bandung pada saat itu padat oleh penduduk sipil, wanita, dan anak-anak, dan apabila terjadi pertempuran maka banyak dari mereka yang akan jadi korban.

Pada 7 Maret 1942 sore hari, Lembang jatuh ke tangan tentara Jepang. Mayjen J. J. Pesman mengirim utusan ke Lembang untuk merundingkan masalah itu. Kolonel Syoji menjawab bahwa untuk perundingan itu harus dilakukan di Gedung Isola (sekarang gedung Rektorat UPI Bandung). Sementara itu, Jenderal Imamura yang telah dihubungi Kolonel Syoji segera memerintahkan kepada bawahannya agar mengadakan kontak dengan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer untuk mengadakan perundingan di Subang pada 8 Maret 1942 pagi. Akan tetapi, Letnan Jenderal Ter Poorten meminta Gubernur Jenderal agar usul itu ditolak.

Jenderal Imamura mengeluarkan peringatan bahwa “Bila pada 8 Maret 1942 pukul 10.00 pagi para pembesar Belanda belum juga berangkat ke Kalijati maka Bandung akan dibom sampai hancur.” Sebagai bukti bahwa ancaman itu bukan sekadar gertakan, di atas Kota Bandung tampak pesawat-pesawat pembom Jepang dalam jumlah besar siap untuk melaksanakan tugasnya.

Melihat kenyataan itu, Letnan Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda beserta para pembesar tentara Belanda lainnya berangkat ke Kalijati sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Pada mulanya Jenderal Ter Poorten hanya bersedia menyampaikan kapitulasi Bandung. Namun, karena Jenderal Imamura menolak usulan itu dan akan melaksanakan ultimatumnya. Akhirnya, Letnan Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda menyerahkan seluruh wilayah Hindia Belanda kepada Jepang tanpa syarat. Keesokan harinya, 9 Maret 1942 pukul 08.00 dalam siaran radio Bandung, terdengar perintah Jenderal Ter Poorten kepada seluruh pasukannya untuk menghentikan segala peperangan dan melakukan kapitulasi tanpa syarat.

Itulah akhir kisah penjajahan Belanda. Setelah itu Jepang pun menduduki Indonesia hingga akhirnya merdeka 17 Agustus 1945. Jepang hanya berkuasa tiga tahun lima bulan delapan hari.

Analisis

Berdasarkan uraian di atas, kita bisa menghitung berapa lama sesungguhnya Indonesia dijajah Belanda. Kalau dihitung dari 1596 sampai 1942, jumlahnya 346 tahun. Namun, tahun 1596 itu Belanda baru datang sebagai pedagang. Itu pun gagal mendapat izin dagang. Tahun 1613-1645, Sultan Agung dari Mataram, adalah raja besar yang menguasai seluruh Jawa, kecuali Banten, Batavia, dan Blambangan. Jadi, tidak bisa dikatakan Belanda sudah menjajah Pulau Jawa (yang menjadi bagian Indonesia kemudian).

Selama seratus tahun dari mulai terbentuknya Hindia Belanda pascakeruntuhan VOC (dengan dipotong masa penjajahan Inggris selama 5 tahun), Belanda harus berusaha keras menaklukkan berbagai wilayah di Nusantara hingga terciptanya Pax Neerlandica. Namun, demikian hingga akhir abad ke-19, beberapa kerajaan di Bali, dan awal abad ke-20, beberapa kerajaan di Nusa Tenggara Timur, masih mengadakan perjanjian sebagai negara bebas (secara hukum internasional) dengan Belanda. Jangan pula dilupakan hingga sekarang Aceh menolak disamakan dengan Jawa karena hingga 1912 Aceh adalah kerajaan yang masih berdaulat. Orang Aceh hanya mau mengakui mereka dijajah 33 tahun saja.

Kesimpulannya, tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Yang benar adalah, Belanda memerlukan waktu 300 tahun untuk menguasai seluruh Nusantara. ***

Kesimpulannya, tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Yang benar adalah, Belanda memerlukan waktu 300 tahun untuk menguasai seluruh Nusantara.

No comment »

Kegunaan Coca Cola dan Pepsi

Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik.

Untuk membersihkan karburator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper chrome mobil :
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola.

Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.

Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat.

Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak Coca-Cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil Kita minum Coca-Cola/Pepsi!
Tentu saja juga untuk membersihkan sistem kita. Lagipula kita semua membayar untuk itu.

Wuih! Coca-cola bisa ‘bersihin’ lambung ato usus kita nggak ya?

No comment »

Did You Know?

1.Boneka Teddy bear diciptakan oleh seorang imigran Rusia yang datang ke Amerika setelah dia melihat sebuah karton di Koran yang menggambarkan presiden Theodore “Teddy” Roosevelt.

2.Kata “Biology” ditemukan oleh Jean-Baptise Lamarck pada tahun 1805.

3.Kereta api super cepat melaju dengan kecepatan 500km/jam (300 mph).

4.Perjalanan pertama mengelilingi dunia ditempuh dalam 175 hari.

5.Rekor perolehan medali Olimpiade dipegang oleh seorang atlit dari Sovyet yang bernama Larissa S Latynina. Mengikuti pertandingan di 3 Olimpiade, antara tahun 1956 dan 1964, dia memenangkan 18 medali (9 emas, 5 perak dan 4 perunggu). Dia juga berada di peringkat atas perolehan medali emas, mengalahkan bintang Olimpiade seperti atlit perenang Amerika Mark Spitz dan pelari jarak jauh Paavo Nurmi.

6.Adegan ciuman terpanjang dalam sebuah film dilakukan oleh Rufus Collins dan Naomi Levine dalam film “Andi Warhol’s Kiss”. Mereka berciuman selama 50 menit.

7.Video musik pop pertama adalah Bohemian Rhapsody dari Queen yang diluncurkan pada tahun 1975.

8.Wanita pertama yang berlayar mengelilingi bumi adalah orang Inggris Lisa Clatyon. Dia menggunakan sebuah kapal yang panjangnya 11 meter (38 kaki) dengan lambung terbuat dari besi. Nama kapal itu adalah Spirit of Birmingham. Berlayar dari Dartmouth – Inggris pada tanggal 17 September 1994 dan menyelesaikan perjalanan yang sangat meletihkan dalam 285 hari.

No comment »

Tujuh “Keajaiban” Tubuh Kita

Nggak cuma bumi saja yang punya seven wonders of the world. Tubuh manusia pun ternyata menyimpan banyak hal menakjubkan yang susah dijelaskan dengan logika.

#1 The Golden Ratio.
Setiap bagian tubuh manusia ternyata merupakan hitungan matematika. Believe it or not, Fibonacci numbers yang kita jumpai di buku Da Vinci Code, ternyata juga ada di tubuh kita sendiri. Bilangan Phi (1:1,618) adalah angka yang akan kita dapatkan setiap kali kita mengukur setiap inci tubuh kita. Coba deh perhatikan ruas jari tangan kita. Ruas kedua dari ujung berukuran 1,618 kali lebih panjang dari ruas terujung, begitu seterusnya. Rumus phi ini juga kita temui di wajah kita. Panjang hidung kita berbanding 1:1,618 dibanding lebar mulut dari ujung ke ujung. Gigi terdepan dengan gigi di sebelahnya juga berukuran 1,1618 kali lebih besar. Inilah yang disebut dengan The Golden Ratio.

Dr. Stephen Marquardt bahkan telah membuat topeng kecantikan berdasarkan golden ratio ini, dan orang yang mempunyai struktur muka paling mendekati topeng ini adalah cewek yang sudah diakui kecantikannya, seperti Ratu Nefertiti. Tapi wajah kita juga bisa cocok ke dalam topeng golden ratio, kok. Soalnya, setiap kali kita tertawa, maka kita akan semakin mendekati ukuran phi tersebut. Makanya, jangan cemberut!

#2 Sidik Lidah
Selain sidik jari, ternyata lidah kita juga mempunyai pattern unik yang tidak dimiliki orang lain. Hmm, jangan-jangan di masa depan kita akan bikin paspor dengan sidik lidah, nih. Hehehe…

#3 Hidup dan Mati
Saat kita membaca tulisan ini, sebenarnya sedang ada sekitar 50 ribu sel yang mati di dalam tubuh kita. Tapi, di saat yang sama, lahir pula 50 ribu sel baru yang menggantikannya (kecuali di otak, yang tidak bisa menumbuhkan sel baru). Wow, ternyata tubuh kita aktif banget, ya? Di saat yang sama, untuk mencerna isi kalimat ini, pesan tersebut disampaikan ke otak dengan kecepatan mencapai 250 mil per jam!

#4 Tempat Tinggal Bakteri
Satu orang manusia mempunyai organisme hidup yang lebih banyak daripada jumlah seluruh manusia di bumi. Soalnya, dalam 1 inci tubuh manusia, ternyata merupakan tempat tinggal bagi kira-kira 32 juta bakteria!

#5 Kepanasan atau Kedinginan?
Pernah makan makanan panas dan dingin, kan? Seberapa pun panas atau dinginnya makanan tersebut, tapi lidah kita masih bisa menerimanya, tuh. Hal ini disebabkan karena mulut kita menyesuaikan suhu makanan tersebut menjadi suhu normal, sehingga akhirnya bisa kita telan. Maksudnya, si mulut akan mendinginkan si makanan panas, dan menghangatkan si makanan dingin. Wah, ternyata mulut kita tak ubahnya seperti microwave dan kulkas, nih.

#6 Anti Keriput!
Selain bisa menghilangkan stress, ternyata tertawa juga bisa menguatkan sistem kekebalan tubuh, lho. Dan, menurut penelitian, anak-anak tertawa sekitar 300 kali setiap harinya, sementara orang dewasa cuma 15-100 kali saja tertawa. Ck ck ck, apa hidup mereka sedemikian beratnya, ya? Hehehe… Dan, nggak heran juga kalau orang dewasa itu jadi cepat terlihat tua. Soalnya, setiap 2000 kali wajah kita berkerut (misalnya karena kesal atau cemberut), maka muncullah segaris keriput. Makanya, jangan malas tertawa!

#7 Self-healing
Tubuh kita ternyata tak ubahnya seperti Claire Bennet di serial Heroes yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Soalnya, setiap luka kita pasti akan sembuh, dan tubuh kita mempunyai ”keajaiban” untuk membentuk bagian tubuh yang baru. Misalnya nih, kaki kita terluka dalam karena terantuk batu. Lama-kelamaan, sel-sel di tubuh akan membentuk jaringan daging dan kulit baru untuk menutupi bekas luka tersebut. Namun demikian, ternyata ada satu bagian tubuh yang nggak bisa menyembuhkan dirinya sendiri lho, yaitu gigi. Kalau gigi tetap kita copot, jangan harap akan tumbuh gigi baru.

No comment »